Translate

Translate

Kamis, 18 Agustus 2016

tanda hitam di jidat

Sebagian orang memiliki tanda hitam di jidat. Tanda
hitam ini biasa dikira sebagai bekas banyaknya sujud
(shalat).
Hal itu didasarkan pada firman Allah dalam surat Al Fath
ayat 29:
ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻣَﻌَﻪُ ﺃَﺷِﺪَّﺍﺀُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻜُﻔَّﺎﺭِ ﺭُﺣَﻤَﺎﺀُ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ
ﺗَﺮَﺍﻫُﻢْ ﺭُﻛَّﻌًﺎ ﺳُﺠَّﺪًﺍ ﻳَﺒْﺘَﻐُﻮﻥَ ﻓَﻀْﻠًﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺭِﺿْﻮَﺍﻧًﺎ ﺳِﻴﻤَﺎﻫُﻢْ ﻓِﻲ
ﻭُﺟُﻮﻫِﻬِﻢْ ﻣِﻦْ ﺃَﺛَﺮِ ﺍﻟﺴُّﺠُﻮﺩِ
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang
bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang
kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat
mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-
Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari
bekas sujud…” (QS. Al Fath: 29)
Siimaahum fii wujuuhihim min atsaris sujuud (tanda-tanda
mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud).
Inilah yang melatari pemahaman bahwa tanda hitam di
jidat itu merupakan bekas sujud.
Hal ini tidak sepenuhnya salah karena bisa jadi
seseorang banyak sujud (shalat) kemudian tanpa
sengaja jidatnya menghitam. Namun, penafsiran para
ahli tafsir dari kalangan sahabat Nabi dan tabi’in bukan
begitu.
Ibnu Abbas mengatakan maksud tanda-tanda itu adalah
tanda baik yang ada pada wajah mereka. Mujahid dan
mufassir lainnya menjelaskan atsaris sujud itu ialah
khusyu’ dan tawadhu’.
As Saddi mengatakan bahwa shalat menjadikan wajah
seseorang menjadi lebih indah. Lebih jauh Ibnu Katsir
menuturkan bahwa sebagian ulama salaf mengatakan
bahwa “siapa yang banyak shalat di malam harinya maka
wajahnya kelihatan indah di siang harinya.”
Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan juga
mengatakan hal senada.
“Siapa yang memperbaiki hatinya, maka Allah akan
memperbaiki penampilan lahiriahnya,” kata Umar.
“Sesuatu yang terpendam dalam jiwa akan terpancar
melalui roman muka,” kata Ustman.
Sayyid Qutub dalam tafsir Fi Zhilalil Quran menegaskan
bahwa “ min atsaris sujud” bukanlah tanda hitam di jidat
sebagaimana banyak dipahami.
“Siimaahum fii wujuuhihim min atsaris sujuud (tanda-tanda
mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud).
Tanda yang tampak pada wajah mereka adalah keelokan,
cahaya, kecerahan dan keramahan,” kata Sayyid Qutub.
“Dari sumbu ibadah teranglah kehidupan, keelokan dan
kelembutan. Tanda ini bukanlah berupa tanda hitam di
jidat sebagaimana yang segera dipahami saat mendengar
firman Allah min atsaris sujud. Yang dimaksud atsaris
sujud adalah dampak dari ibadah.”
Karena tidak ada tafsir yang menjelaskan bahwa atsaris
sujud maknanya tanda hitam di jidat, para ulama pun
mengingatkan agar berhati-hati. Sebab hal itu bisa
menimbulkan riya’.
Ketika Ibnu Umar bertemu dengan seseorang yang
memiliki tanda hitam di dahi, ia pun mengingakan.
“Bekas apa yang ada di dahimu? Sungguh aku telah lama
bersahabat dengan Rasulullah, Abu Bakar, Umar dan
Utsman. Apakah kau lihat ada bekas tersebut pada
dahiku?”
Abu Darda juga demikian. Saat bertemu dengan orang
yang memiliki tanda hitam di dahi, ia mengingatkan.
“Seandainya bekas itu tidak ada pada dirimu tentu lebih
baik.”
Lalu bagaimana jika terlanjur memiliki tanda hitam di
jidat?

Senin, 11 Juli 2016

Mukaddimah

ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠَّﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩُ،
ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ
ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ
ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ َ،ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ
ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ، ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ
ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ . ، ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ؛
Tags: contoh kalimat pembuka pidato islam , contoh
salam pembuka pidato islami, doa pembuka pidato
islami , kalimat pembuka pidato bahasa arab , kata
pembuka pidato , muqoddimah pidato, pembukaan
pidato agama islam , pembukaan pidato bahasa arab
Ibnu Sina
– Ilmuan
Islam
Yang
Mendunia
dan
Melegenda
Inilah
Caraku
Membalas Budi Orang Yang Sudah Meninggal
Renungan
Islami
Buat
Yang
Galau
Pengertian Istighosah dan Bacaan Istighosah
Artikel Islami Lainnya
492 Suka Klik!..Bagikan ke Facebook
inilah
kalimat-kalimat pembuka atau muqoddimah dalam
bahasa arab bagi anda yang ingin berpidato atau
berceramah, ada yang pendek juga ada yang panjang,
silahkan anda pilih yang mana, akan tetapi pahami dulu
artinya :
muqoddimah ceramah islam
Contoh 1 :
Artinya: Segala puji bagi Allah Sang Penguasa alam
semesta. Semoga salawat serta keselamatan
tercurahkan selalu kepada Nabi dan Rasul termulia.
Berserta keluarga dan sahabat-sahabatnya, semuanya.
Contoh 2 :
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberi
sebaik-baik nikmat berupa iman dan islam. Salawat dan
doa keselamatanku terlimpahkan selalu kepada Nabi
Agung Muhammad Saw berserta keluarga dan para
sahabat-sahabat Nabi semuanya
Segala puji bagi Allah, al-Malik Al-Haqq, Al-Mubin, yang
memberikan kita iman dan keyakinan. Ya Allah,
limpahkan shalawat pada pemimpin kami Muhammad,
penutup para nabi dan rasul, dan begitu pula pada
keluarganya yang baik, kepada para sahabat pilihan, dan
yang mengikuti mereka dengan penuh ihsan hingga hari
kiamat.
Contoh 3 :
Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta
pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita
berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan
keburukan amal kita. Barang siapa mendapat dari
petunjuk Allah maka tidak akan ada yang
menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka
tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi
bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa
Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah,
semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad
dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang
mendapat petunjuk hingga hari kiamat.
Contoh 4 :
Segala puji bagi Allah, yang Maha Mengetahui dan
Maha Melihat hamba-hambanya, Maha suci Allah, Dia-
lah yang menciptakan bintang-bintang di langit, dan
dijadikan padanya penerang dan Bulan yang bercahaya.
Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan
bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya,
yang diutus dengan kebenaran, sebagai pembawa kabar
gembira dan pemberi peringatan, mengajak pada
kebenaran dengan izin-Nya, dan cahaya penerang bagi
umatnya. Ya Allah, curahkan sholawat dan salam bagi
nya dan keluarganya, yaitu doa dan keselamatan yang
berlimpah.
Contoh 5 :
Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat ilahi
Rabbi, atas karunia-Nya kita bisa sama-sama berkumpul
dalam rangka thalabulilmi, mencari ilmu. Serta kita bisa
bersilaturahim, bertatap muka di majlis yang mulia ini
dalam kadaan aman fi amanillah, sehat wal afiat.
Mudah-mudaham setiap derap langkah bisa
membuahkan pahala bagi kita semua, bisa menjadi
penghapus dosa dan pengangkat derajat di hadapan llah
Swt.Taklupa semoga shalawat serta salam senantiasa
tercurah kepada jungjunan kita Nabi Muhammad Saw.,
kepada keluarganya, sahabatnya, para tabi’in, tabiut
tabiahum, kepada kita semua, serta kepada seluruh
umatnya hingga akhir zaman yang menjadikan sebagai
uswatun hasanah, suri tauladan yang baik.
Itulah beberapa kalimat pembuka muqoddimah dalam
bahasa arab yang dapat anda gunakan untuk
berceramah, kalau ada yang kurang mohon dibenarkan
atau kalau anda yang kurang silahkan ditambahkan

Sabtu, 09 Juli 2016

Hukum nun mati


TAJWID
HUKUM NUN MATI DAN TANWIN
Hukum nun mati ‏( ﻥْ ‏) dan tanwin ‏(-- ً----- ٍ----- ٌ-- ‏) itu ada
5 (lima) yaitu :
1. Idzhar
Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan
salah satu huruf halqi yakni : hamzah, kha, kho’, ‘ain,
ghain , ha ( ﺀ ﻩ ﺡ ﺥ ﻉ ﻍ ) maka hukum bacaannya
adalah idzhar halqi yang berarti harus dibaca terang dan
jelas seperti contoh dibawah ini :
ﻣﻦ ﺃﻣََﻦَ , ﻣِﻨْﻪُ , ﻏَﻔُﻮْﺭٌ ﺣَﻠِﻴﻢٌ
2. Idghom bighunnah
Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan
salah satu huruf ya’, nun, mimi, dan wawu ( ﻱ ﻥ ﻡ ﻭ )
maka hukum bacaannya disebut idghom bighunnah‏)
‏( ﺇﺩﻏﺎﻡ ﺑِﻐُﻦَّﺓ yang berarti harus dibaca dengan dimasukkan
atau ditasydidkan kedalam salah satu huruf yang empat
itu dengan suara mendengung. Seperti contoh dibawah
ini :
ﻣَﻦْ ﻳَﻘُﻮْﻝُ , ﻣِﻦْ ﻧُﻮْﺭٍ , ﻣَﻦْ ﻣَﻨَﻊَ
3. Idghom Bilaghunnah
Apabila ada nun sukun dan tanwin bertemu dengan salah
satu huruf lam ﻝ ‏) ) dan ra' ( ﺭ ) maka hukum bacaannya
adalah idghom bila ghunnah ‏( ﺇﺩﻏﺎﻡ ﺑﻼﻏﻨًﺔ ‏) yang
membacanya dengan cara memasukkan dengan tanpa
mendengung. Seperti contoh dibawah ini :
ﻣِﻦْ ﺭَﺑِﻬِﻢْ , ﻣَﻦْ ﻟَﻢ
4. Iqlab
Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan
huruf ba’ (ﺏ ) maka hukum bacaannya adalah iqlab
‏(ﺇِﻗﻼﺏ ‏) yang membacanya dengan cara huruf nun atau
tanwin itu dibalik atau ditukar menjadi suara mim (ﻡ ).
Seperti contoh berikut :
ﺳﻤﻴﻊٌ ﺑَﺼِﻴْﺮٌ , ﻛِﺮَﺍﻡٍ ﺑَﺮَﺭَﺓٍ
5. Ikhfa’ Haqiqi
Apabila ada nunu sukun atau tanwin bertemu dengan
huruf yang 15 di bawah ini maka hukum bacaannya
adalah Ikhfa’ haqiqi yang cara membacanya adalah
samar-samar antara idghom dan idzhar. Huruf Ikhfa’
yang 15 antara lain :
ﺕ ﺙ ﺝ ﺩ ﺫ ﺯ ﺱ ﺵ ﺹ ﺽ ﻁ ﻅ ﻑ ﻕ ﻙ
Contoh Ikhfa’ :
ﻣِﻦْ ﺟُﻮْﻉٍ , ﻣِﻨْﻜُﻢ , ﺃَ ﻧْﻔُﺴَﻜُﻢ

Jumat, 08 Juli 2016

Memory at dieng

Makna idul fitri

Bagi sebagian orang di
Indonesia, khususnya umat muslim, Hari Raya Idul Fitri
atau Lebaran begitu sangat identik dengan tradisi mudik,
halal bihalal, kesuka citaan, hidangan kue lebaran dan
lain sebagainya. Namun apakah makna sebenarnya dari
Hari Raya Idul Fitri?. Makna Idul Fitri itu sendiri memiliki
beberapa pengertian dan pemaknaan, diantaranya yaitu:
Idul Fitri juga bisa diartikan sebagai puncak atau
klimaks dari pelaksanaan ibadah puasa di bulan
Ramadhan. Idul Fitri sendiri memiliki keterkaitan
makna dengan tujuan akhir yang ingin diraih dari
pelaksanaan kewajiban berpuasa. Idul Fitri secara
bahasa atau etimologi bisa berarti Hari Raya
Kesucian atau bisa juga diartikan sebagai Hari
Kemenangan umat Islam. Kemenangan disini adalah
bentuk dari kemenangan dalam menggapai
kesucian atau perwujudan dari kembali kepada
keadaan fitrah (Fitri). (sumber: Quraish Shihab
untuk suarakarya-online.com)
Dari penjabaran tersebut berarti kata Idul Fitri atau
kembali kepada fitrah merupakan pengertian yang sangat
relevan atau berhubungan dengan makna sebenarnya
dari keberhasilan yang diperoleh setelah berakhirnya
pelaksanaan ibadah puasa. Beberapa sumber juga
menganalogikan Idul Fitri atau Lebaran sebagai jalan
menuju kepada keadaan fitrah manusia layaknya seperti
seorang bayi yang baru dilahirkan, bersih dan tanpa
dosa. Hal tersebut merujuk pada perjanjian awal atau
"Perjanjian Primordial" yang berisi pengakuan manusia
terhadap Ke-Esa-an Allah sebagai satu-satunya Tuhan
yang patut di sembah sebagaimana terangkum
dalam Surah al-A’raf (7) ayat 172 :
ﻭَﺇِﺫْ ﺃَﺧَﺬَ ﺭَﺑُّﻚَ ﻣِﻦْ ﺑَﻨِﻲ ﺀَﺍﺩَﻡَ ﻣِﻦْ ﻇُﻬُﻮﺭِﻫِﻢْ ﺫُﺭِّﻳَّﺘَﻬُﻢْ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪَﻫُﻢْ ﻋَﻠَﻰ
ﺃَﻧْﻔُﺴِﻬِﻢْ ﺃَﻟَﺴْﺖُ ﺑِﺮَﺑِّﻜُﻢْ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺑَﻠَﻰ ﺷَﻬِﺪْﻧَﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﻘُﻮﻟُﻮﺍ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺇِﻧَّﺎ ﻛُﻨَّﺎ
ﻋَﻦْ ﻫَﺬَﺍ ﻏَﺎﻓِﻠِﻴﻦَ
(Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan
anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil
kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman):
“Bukankah Aku ini Tuhan-mu?” Mereka menjawab: “Betul
(Engkau adalah Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami
lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak
mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah
orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”).
Pengertian atau makna dari Idul Fitri (Lebaran) yang
berikutnya adalah:
Idul Fitri merupakan penggabungan kata "Ied" yang
berarti Hari Raya dan "Fitri" yang artinya berbuka
puasa. Jadi Idul Fitri bisa juga diartikan sebagai
hari berbuka secara massal kaum muslimin setelah
sebulan lamanya menjalankan ibadah puasa di
bulan Ramadhan. Kebahagiaan yang dirasakan pada
saat menjelang waktu berbuka puasa di waktu
maghrib selama sebulan seakan dimanifestasikan
pada tanggal 1 Syawal di Hari Raya Idul Fitri. Idul
Fitri merupakan bentuk dari pengekspresian sebagai
”Iduna Ahlil Islam”, sabda Nabi, (Hari Raya kami
penganut Islam) sebab Hari Raya Idul Fitri adalah
hari makan-minum serta bersuka cita atau " yaumu
aklin wa syurbin wa bahjatin" sehingga diharamkan
bagi umat muslim untuk berpuasa. (sumber:
Surahman Hidayat untuk ramadhan.okezone.com)
Oleh karena Idul Fitri bermakna Hari bersuka cita, maka
pada hari besar itu semua harus terbebas dari kesedihan,
kesusahan dan jangan sampai ada orang yang meminta-
minta. Makna sebenarnya dari kalimat tersebut adalah
diwajibkan bagi umat muslim yang mampu untuk
membayar zakat yang berupa zakat fitrah kepada fakir
miskin sebagai bentuk dari berbagi kebahagiaan dari
mereka yang tidak berpunya agar bisa merasakan suka
cita pada hari tersebut.
Nah, demikianlah artikel bertema Pengertian Idul Fitri
dan makna Hari Lebaran yang sebenarnya bagi umat
Islam yang penulis rangkum dari beberapa sumber.
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan
mohon dikoreksi jika ada kekeliruan karena
sesungguhnya kesempurnaan hanyalah milik Allah
semata dan ke khilafan adalah milik manusia, khususnya
penulis sendiri. Terima kasih dan semoga artikel singkat
ini bisa memberikan manfaat bagi yang membacanya.

Kamis, 23 Juni 2016

ikhlas

moch max: moch max: Suatu amal kebajikan yang dilakukan dengan
semata-mata selainya karena mengharap ridha
dan karena Allah SWT. itu adalah beramal
dengan ikhlas. Sedangkan ikhlas itu sendiri
adalah merupakan ruh dari suatu amal, dan
amal kebajikan yang diamalkan oleh seseorang
yang tidak disertai dengan ikhlas adalah amal
yang tidak mempunyai ruh, yakni suatu amal
yang ditolak oleh Allah SWT.. Sesuai dengan
firman Allah SWT. di dalam Kitab Suci Al- Qur'an
yang berbunyi :
Artinya : "Dan mereka tidak diperintah, kecuali
agar mereka beribadah kepada Allah dengan
ikhlas dalam menjalankan Aga- ma-Nya". (QS.
Al-Bayyinah : 5).
Walau tindakan apapun, maka ikhlas itu semata-
mata karena Aliah SWT, menurut pendapat Al-
Junaid, namun menurut pendapat dari Ruwaim
ikhlas itu adalah menganggap perbuatan
tersebut bukanlah dari diri sendiri, akan tetapi
lain lagi dengan pendapat Prof. Dr. Hamka,
yakni mengatakan bahwa arti ikhlas itu adalah
bersih, tidak ada campuran apapun, ibarat emas
yaicu emas murni bukan bercampur perak.
Telah berkata Dzun Nun Al-Misri : "Kecuali
dengan kebenaran dan sabar di dalam ikhlas,
maka ikhlas itu tidak akan sempurna". Di
samping itu juga Dzun Nun Al-Misri
menambahkan keterangannya mengenai ikhlas,
ada tiga alamat yang telah menunjukkan
keikhlasan pada seseorang, antara lain adalah:
Ketiadaan perbedaan antara pujian dan celaan.
Lupa memandang amal perbuatan di dalam
amal perbuatannya sendiri.
Lupa menuntut pahala atas amal perbuatannya
di dalam kampung akhirat.
Ikhlas itu adalah ketiadaan bagian atas suatu
hal bagi dirinya, ikhlas semacam ini adalah
ikhlasnya orang-orang kebanyakan (menurut
pendapat Abu Utsman Al-Maghribi).
Adapun ikhlas kelompok orang-orang yang
khusus ialah apa yang terjatuh atau tertimpa
pada mereka, bukan yang bersama dengan
mereka, sebab itulah dari mereka muncul
ketaatan dan mereka sendiri telah terpisah dari
ketaatan itu. Sebab mereka sama sekali tidak
memandang akan ketaatan dan menghitung
akan suatu ketaatan yang telah terlimpahkan
pada dirinya.
Telah berkata Khudzaifah Al-Mar'isi: "Ikhlas itu
adalah penyamaan perbuatan-perbuatan hamba
di dalam aspek lahir dan batinnya". Di katakan
lagi bahwa ikhlas apa yang telah dikehendaki
oieh Al-Haqq juga yang dimaksudkan tujuan
Shiddiq (kebenaran).
"Barangsiapa menghiasi dirinya untuk manusia,
dengan sesuatu yang tidak ada pada manusia,
maka dia telah gugur dari pandangan Allah
SWT.". Begitulah yang dikatakan oleh As-Siriy
As-Saqthi.
Telah banyak sekali definisi mengenai kata
ikhlas dan shiq, namun semua itu adalah
tujuannya sama, ada yang berpendapat bahwa
ikhlas itu artinya ialah menyendirikan Allah SWT.
sebagai tujuan di dalam ketaatan. Di samping
itu pendapat lain yang mengatakan bahwa
ikhlas artinya membersihkan perbuatan dari
perhatian makhluk. Serta pendapat lain
mengatakan bahwa ikhlas itu mempunyai arti
bahwa menjaga...... dari perhatian manusia,
termasuk pula diri sendiri. Orang yang ikhlas itu
tidak riya'.
Al~Junaid telah berkata bahwa : "Ikhlas itu
adalah merupakan rahasia antara Allah dengan
hamba, yang tidak bisa diketahui kecuali oleh
Malaikat, sehingga dia telah menulisnya, tidak
diketahui oleh syetan sehingga dia merusaknya
dan tidak pula diketahui oleh hawa nafsu
sehingga dia mencondongkannya".
Menurut pengarang Manazilus Sa'irin Ikhlas itu
ada tiga derajat yakni : Tidak melihat amal itu
sebagai amal, tidak mencari imbalan dari amal
dan tidak puas terhadap amal.
Di samping itu pula ada tiga penghalang atau
perintang bagi orang yang beramal di dalam
amalnya, pertama : pandangan dan
perhatiannya, kedua : keinginan akan imbalan
dari amal tersebut, ketiga: puas dan senang
kepadanya.
Malu terhadap amal sambil tetap berusaha,
yakni berusaha dengan sekuat tenaga guna
untuk membenahi amal dengan tetap menjaga
suatu kesaksian, memelihara akan cahaya
taufiq yang telah dipancarkan oleh Allah SWT..
Oleh karenanya hamba yang merasa bahwa
amal itu belumlah layak untuk dilakukan karena
Allah, akan tetapi dengan amal itu masih tetap
diupayakannya, Allah berfirman yang berbunyi :
Artinya: "Dan orang-orang yang memberikan
apa yang telah mereka berikan, dengan hati
yang takut (karena mereka tau bahwa)
sesungguhnya mereka akan kembali kepada
Rabb mereka". (QS. Al-Mukminun : 60).
Memurnikan amal dengan cara memurnikannya
dan amal, membiarkan amal berlalu berdasarkan
ilmu, tunduk kepada hukum kehendak Allah
SWT., Artinya adalah menjadikan amal
mengikuti ilmu, menyesuaikan diri dengannya,
berhenti menurut pemberhentiannya, bergerak
menurut gerakannya, melihat hukum Agama
dan membatasi dengan suatu batasan-
batasannya, memperhatikan jm hala dan juga
siksa di kemudian hari.
Rasulullah saw. pernah menggambarkan
mengenai suatu malam yang ikhlas, di dalam
haditsnya yang paling panjang, yang mana
intinya ialah sebagai berikut: "Besok di hari
kiamat itu ada tiga orang yang pertama-tama
akan diberi pertanyaan oleh .Allah, dia itu
adalah pertama seseorang yang diberi ilmu
pengetahuan, namun dengan ilmu tersebut dia
ajarkan kepada manusia dengan tujuan agar dia
diberi julukan sebagai seseorang yang 'Alim,
yang kedua adalah seorang yang diberi oleh
Allah harta benda, dengan harta tersebut dia
sedekahkan agar dia mendapat julukan sebagai
seorang yang dermawan, dan yang ketiga
adalah seseorang yang telah ikut dalam
peperangan dan dalam peperangan tersebut
mati terbunuh, tujuan ikut di dalam peperangan
tersebut adalah agar mendapatkan julukan
sebagai seorang gagah pemberani. Dan
ternyata dari ketiga orang tersebut di atas
adalah dusta belaka, semua perbuatannya itu
hanyalah riya' bukan didasari atas hati ikhlas.
Nabi Muhammad saw. bersabda pula setelah
berkata demikian, adapun sabdanya itu ialah :
"Hai Abu Hurairah mereka itu adalah makhluk
yang mula-mula sekali akan merasakan dan
menderita di dalam api neraka jahannam besok
di hari kiamat".
Nyatalah kita bahwa yang menjadi dasar atau
sendi dan pokok suatu amalan itu adalah ikhlas,
sebab kalau beramal tidak disertai dan didasari
dengan hati ikhlas, maka akan menjadi percuma
saja apa yang telah dikerjakan oleh seseorang
tersebut berdasarkan pada keterangan hadits
Rasulullah saw. tersebut lawan dari ikhlas
adalah isyrak, artinya bercampur dengan yang
lain atau berserikat. Sebab antara ikhlas dengan
Isyrak tak dapat dipertemukan, sebagaimana
tidak dapat dipertemukanya antara gerak
dengan diam.
... ikhlas itu telah bersarang di dalam hati, maka
isyrak tidak dapat masuk kecuali bila ikhlas itu
tidak ada. Demikian sebaliknya. Dan ikhlas itu
baru mendapat tempat di dalam bila isyrak tidak
ada di dalam hati.sebuah contoh lagi mengenai
perbuatan amal yang tidak lari atas hati ikhlas,
sekelompok orang munafiq telah ...... kepada
Rasulullah dan mengakui bahwa Rasulullah itu
adalah seorang Nabi dan juga utusan Allah
SWT. , maka nurunkan wahyu:
Artinya: Apabila orang-orang munafiq telah
datang kepadamu, mereka berkata: Kami
mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-
benar Rasul Allah. Dan Allah SWT. mengetahui
bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-
Nya, dan Allah pun mengetahui bahwa orang-
orang munafiq ilu benar-benar orang pendusta".
(QS. Al-Miunafiqun ayat )
Munafiq adalah lain di mulut lain pula di dalam
hati, dan berdasarkan pada ayat tersebut di
atas, maka telah menjadi jelas bahwa yang
berdusta itu adalah bukan mulut akan tetapi
hati mereka tidak mengakui.pengakuan mereka
itu hanya tidak sesuai antara mulut dan hati
mereka, seandainya antara mulut dan hati itu
sesuai dengan apa yang diucapkan maka itulah
yang disebut ikhlas.
Istilah ikhlas dan jujur itu sebenarnya tidak
dapat ..., oleh sebab itu orang jawa
menyebutnya dengan istilah tulus Ikhlas".Islam
cukup besar perhatiannya terhadap niat atau
perasaan yang menyertai amal perbuatan
manusia, sebab niat amal seseorang itu pada
hakekatnya akan kembali kepada si pemiliknya,
juga akan tergantung pada niat seseorang
tersebut.Hadits Nabi yang menerangkan
tentang niat seseorang «i. dalam beramal, yang
artinya adalah sebagai berikut :......
"Sesungguhnya sah atau tidaknya amal
seseorang, tergantung pada niat, dan yang
teranggap bagi tiap orang yang ia niatkan. Maka
siapa berhijrah (mengungsi dari daerahy kafir ke
daerah Islam) semata-mata karena taat kepada
Allah dan Rasul-Nya, maka hijrah itu diterima
oleh AIIah dan Rasulullah. Dan siapa yang
berhijrah karena keuntungan dunia yang
dikejarnya, atau karena perempuan yang akan
dikawininya, maka hijrahnya terhenti pada apa
yang ia niat hijrah kepadanya". (HR. Bukhari-
Muslim).
"Selama empat puluh hari tidaklah seorang
hamba .... untuk berbuat ikhlas kecuali dengan
sumber-sumber hikmah itu akan keluar dari
dalam hatinya melalui lidahnya", menurut
perkataan dari Makhlul. Dan menurut pendapat
dari Yusuf bin Husein : "Paling mulianya
seseorang di dunia ini adalah ikhlas, betapa
beratnya menggugurkan perbuatan riya di hati,
namun seakan-akan riya itu telah tumbuh dan
mewarnai di dalam corak yang lain".Rasa was-
was dan juga riya itu akan terputus dari diri kita
apabila seorang hamba itu telah ikhlas (menurut
pendapat Sulaiman Ad-Darani).

Jumat, 24 Juli 2015

moch max: moch max: gara-gara ngopi di warkop

moch max: moch max: gara-gara ngopi di warkop: Informasi Penting, Yang Suka Kopi Wajib Baca Gara-Gara Suka Minum Kopi Aku suka banget minum kopi, apalagi kopi buatan warkop dekat ruma...