ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠَّﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩُ،
ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ
ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ
ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ َ،ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ
ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ، ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ
ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ . ، ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ؛
Tags: contoh kalimat pembuka pidato islam , contoh
salam pembuka pidato islami, doa pembuka pidato
islami , kalimat pembuka pidato bahasa arab , kata
pembuka pidato , muqoddimah pidato, pembukaan
pidato agama islam , pembukaan pidato bahasa arab
Ibnu Sina
– Ilmuan
Islam
Yang
Mendunia
dan
Melegenda
Inilah
Caraku
Membalas Budi Orang Yang Sudah Meninggal
Renungan
Islami
Buat
Yang
Galau
Pengertian Istighosah dan Bacaan Istighosah
Artikel Islami Lainnya
492 Suka Klik!..Bagikan ke Facebook
inilah
kalimat-kalimat pembuka atau muqoddimah dalam
bahasa arab bagi anda yang ingin berpidato atau
berceramah, ada yang pendek juga ada yang panjang,
silahkan anda pilih yang mana, akan tetapi pahami dulu
artinya :
muqoddimah ceramah islam
Contoh 1 :
Artinya: Segala puji bagi Allah Sang Penguasa alam
semesta. Semoga salawat serta keselamatan
tercurahkan selalu kepada Nabi dan Rasul termulia.
Berserta keluarga dan sahabat-sahabatnya, semuanya.
Contoh 2 :
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberi
sebaik-baik nikmat berupa iman dan islam. Salawat dan
doa keselamatanku terlimpahkan selalu kepada Nabi
Agung Muhammad Saw berserta keluarga dan para
sahabat-sahabat Nabi semuanya
Segala puji bagi Allah, al-Malik Al-Haqq, Al-Mubin, yang
memberikan kita iman dan keyakinan. Ya Allah,
limpahkan shalawat pada pemimpin kami Muhammad,
penutup para nabi dan rasul, dan begitu pula pada
keluarganya yang baik, kepada para sahabat pilihan, dan
yang mengikuti mereka dengan penuh ihsan hingga hari
kiamat.
Contoh 3 :
Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta
pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita
berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan
keburukan amal kita. Barang siapa mendapat dari
petunjuk Allah maka tidak akan ada yang
menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka
tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi
bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa
Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah,
semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad
dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang
mendapat petunjuk hingga hari kiamat.
Contoh 4 :
Segala puji bagi Allah, yang Maha Mengetahui dan
Maha Melihat hamba-hambanya, Maha suci Allah, Dia-
lah yang menciptakan bintang-bintang di langit, dan
dijadikan padanya penerang dan Bulan yang bercahaya.
Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan
bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya,
yang diutus dengan kebenaran, sebagai pembawa kabar
gembira dan pemberi peringatan, mengajak pada
kebenaran dengan izin-Nya, dan cahaya penerang bagi
umatnya. Ya Allah, curahkan sholawat dan salam bagi
nya dan keluarganya, yaitu doa dan keselamatan yang
berlimpah.
Contoh 5 :
Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat ilahi
Rabbi, atas karunia-Nya kita bisa sama-sama berkumpul
dalam rangka thalabulilmi, mencari ilmu. Serta kita bisa
bersilaturahim, bertatap muka di majlis yang mulia ini
dalam kadaan aman fi amanillah, sehat wal afiat.
Mudah-mudaham setiap derap langkah bisa
membuahkan pahala bagi kita semua, bisa menjadi
penghapus dosa dan pengangkat derajat di hadapan llah
Swt.Taklupa semoga shalawat serta salam senantiasa
tercurah kepada jungjunan kita Nabi Muhammad Saw.,
kepada keluarganya, sahabatnya, para tabi’in, tabiut
tabiahum, kepada kita semua, serta kepada seluruh
umatnya hingga akhir zaman yang menjadikan sebagai
uswatun hasanah, suri tauladan yang baik.
Itulah beberapa kalimat pembuka muqoddimah dalam
bahasa arab yang dapat anda gunakan untuk
berceramah, kalau ada yang kurang mohon dibenarkan
atau kalau anda yang kurang silahkan ditambahkan
Translate
Translate
Senin, 11 Juli 2016
Mukaddimah
Sabtu, 09 Juli 2016
Hukum nun mati
TAJWID
HUKUM NUN MATI DAN TANWIN
Hukum nun mati ( ﻥْ ) dan tanwin (-- ً----- ٍ----- ٌ-- ) itu ada
5 (lima) yaitu :
1. Idzhar
Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan
salah satu huruf halqi yakni : hamzah, kha, kho’, ‘ain,
ghain , ha ( ﺀ ﻩ ﺡ ﺥ ﻉ ﻍ ) maka hukum bacaannya
adalah idzhar halqi yang berarti harus dibaca terang dan
jelas seperti contoh dibawah ini :
ﻣﻦ ﺃﻣََﻦَ , ﻣِﻨْﻪُ , ﻏَﻔُﻮْﺭٌ ﺣَﻠِﻴﻢٌ
2. Idghom bighunnah
Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan
salah satu huruf ya’, nun, mimi, dan wawu ( ﻱ ﻥ ﻡ ﻭ )
maka hukum bacaannya disebut idghom bighunnah)
( ﺇﺩﻏﺎﻡ ﺑِﻐُﻦَّﺓ yang berarti harus dibaca dengan dimasukkan
atau ditasydidkan kedalam salah satu huruf yang empat
itu dengan suara mendengung. Seperti contoh dibawah
ini :
ﻣَﻦْ ﻳَﻘُﻮْﻝُ , ﻣِﻦْ ﻧُﻮْﺭٍ , ﻣَﻦْ ﻣَﻨَﻊَ
3. Idghom Bilaghunnah
Apabila ada nun sukun dan tanwin bertemu dengan salah
satu huruf lam ﻝ ) ) dan ra' ( ﺭ ) maka hukum bacaannya
adalah idghom bila ghunnah ( ﺇﺩﻏﺎﻡ ﺑﻼﻏﻨًﺔ ) yang
membacanya dengan cara memasukkan dengan tanpa
mendengung. Seperti contoh dibawah ini :
ﻣِﻦْ ﺭَﺑِﻬِﻢْ , ﻣَﻦْ ﻟَﻢ
4. Iqlab
Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan
huruf ba’ (ﺏ ) maka hukum bacaannya adalah iqlab
(ﺇِﻗﻼﺏ ) yang membacanya dengan cara huruf nun atau
tanwin itu dibalik atau ditukar menjadi suara mim (ﻡ ).
Seperti contoh berikut :
ﺳﻤﻴﻊٌ ﺑَﺼِﻴْﺮٌ , ﻛِﺮَﺍﻡٍ ﺑَﺮَﺭَﺓٍ
5. Ikhfa’ Haqiqi
Apabila ada nunu sukun atau tanwin bertemu dengan
huruf yang 15 di bawah ini maka hukum bacaannya
adalah Ikhfa’ haqiqi yang cara membacanya adalah
samar-samar antara idghom dan idzhar. Huruf Ikhfa’
yang 15 antara lain :
ﺕ ﺙ ﺝ ﺩ ﺫ ﺯ ﺱ ﺵ ﺹ ﺽ ﻁ ﻅ ﻑ ﻕ ﻙ
Contoh Ikhfa’ :
ﻣِﻦْ ﺟُﻮْﻉٍ , ﻣِﻨْﻜُﻢ , ﺃَ ﻧْﻔُﺴَﻜُﻢ
Jumat, 08 Juli 2016
Makna idul fitri
Bagi sebagian orang di
Indonesia, khususnya umat muslim, Hari Raya Idul Fitri
atau Lebaran begitu sangat identik dengan tradisi mudik,
halal bihalal, kesuka citaan, hidangan kue lebaran dan
lain sebagainya. Namun apakah makna sebenarnya dari
Hari Raya Idul Fitri?. Makna Idul Fitri itu sendiri memiliki
beberapa pengertian dan pemaknaan, diantaranya yaitu:
Idul Fitri juga bisa diartikan sebagai puncak atau
klimaks dari pelaksanaan ibadah puasa di bulan
Ramadhan. Idul Fitri sendiri memiliki keterkaitan
makna dengan tujuan akhir yang ingin diraih dari
pelaksanaan kewajiban berpuasa. Idul Fitri secara
bahasa atau etimologi bisa berarti Hari Raya
Kesucian atau bisa juga diartikan sebagai Hari
Kemenangan umat Islam. Kemenangan disini adalah
bentuk dari kemenangan dalam menggapai
kesucian atau perwujudan dari kembali kepada
keadaan fitrah (Fitri). (sumber: Quraish Shihab
untuk suarakarya-online.com)
Dari penjabaran tersebut berarti kata Idul Fitri atau
kembali kepada fitrah merupakan pengertian yang sangat
relevan atau berhubungan dengan makna sebenarnya
dari keberhasilan yang diperoleh setelah berakhirnya
pelaksanaan ibadah puasa. Beberapa sumber juga
menganalogikan Idul Fitri atau Lebaran sebagai jalan
menuju kepada keadaan fitrah manusia layaknya seperti
seorang bayi yang baru dilahirkan, bersih dan tanpa
dosa. Hal tersebut merujuk pada perjanjian awal atau
"Perjanjian Primordial" yang berisi pengakuan manusia
terhadap Ke-Esa-an Allah sebagai satu-satunya Tuhan
yang patut di sembah sebagaimana terangkum
dalam Surah al-A’raf (7) ayat 172 :
ﻭَﺇِﺫْ ﺃَﺧَﺬَ ﺭَﺑُّﻚَ ﻣِﻦْ ﺑَﻨِﻲ ﺀَﺍﺩَﻡَ ﻣِﻦْ ﻇُﻬُﻮﺭِﻫِﻢْ ﺫُﺭِّﻳَّﺘَﻬُﻢْ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪَﻫُﻢْ ﻋَﻠَﻰ
ﺃَﻧْﻔُﺴِﻬِﻢْ ﺃَﻟَﺴْﺖُ ﺑِﺮَﺑِّﻜُﻢْ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺑَﻠَﻰ ﺷَﻬِﺪْﻧَﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﻘُﻮﻟُﻮﺍ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺇِﻧَّﺎ ﻛُﻨَّﺎ
ﻋَﻦْ ﻫَﺬَﺍ ﻏَﺎﻓِﻠِﻴﻦَ
(Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan
anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil
kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman):
“Bukankah Aku ini Tuhan-mu?” Mereka menjawab: “Betul
(Engkau adalah Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami
lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak
mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah
orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”).
Pengertian atau makna dari Idul Fitri (Lebaran) yang
berikutnya adalah:
Idul Fitri merupakan penggabungan kata "Ied" yang
berarti Hari Raya dan "Fitri" yang artinya berbuka
puasa. Jadi Idul Fitri bisa juga diartikan sebagai
hari berbuka secara massal kaum muslimin setelah
sebulan lamanya menjalankan ibadah puasa di
bulan Ramadhan. Kebahagiaan yang dirasakan pada
saat menjelang waktu berbuka puasa di waktu
maghrib selama sebulan seakan dimanifestasikan
pada tanggal 1 Syawal di Hari Raya Idul Fitri. Idul
Fitri merupakan bentuk dari pengekspresian sebagai
”Iduna Ahlil Islam”, sabda Nabi, (Hari Raya kami
penganut Islam) sebab Hari Raya Idul Fitri adalah
hari makan-minum serta bersuka cita atau " yaumu
aklin wa syurbin wa bahjatin" sehingga diharamkan
bagi umat muslim untuk berpuasa. (sumber:
Surahman Hidayat untuk ramadhan.okezone.com)
Oleh karena Idul Fitri bermakna Hari bersuka cita, maka
pada hari besar itu semua harus terbebas dari kesedihan,
kesusahan dan jangan sampai ada orang yang meminta-
minta. Makna sebenarnya dari kalimat tersebut adalah
diwajibkan bagi umat muslim yang mampu untuk
membayar zakat yang berupa zakat fitrah kepada fakir
miskin sebagai bentuk dari berbagi kebahagiaan dari
mereka yang tidak berpunya agar bisa merasakan suka
cita pada hari tersebut.
Nah, demikianlah artikel bertema Pengertian Idul Fitri
dan makna Hari Lebaran yang sebenarnya bagi umat
Islam yang penulis rangkum dari beberapa sumber.
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan
mohon dikoreksi jika ada kekeliruan karena
sesungguhnya kesempurnaan hanyalah milik Allah
semata dan ke khilafan adalah milik manusia, khususnya
penulis sendiri. Terima kasih dan semoga artikel singkat
ini bisa memberikan manfaat bagi yang membacanya.