Translate

Translate

Jumat, 08 Juli 2016

Makna idul fitri

Bagi sebagian orang di
Indonesia, khususnya umat muslim, Hari Raya Idul Fitri
atau Lebaran begitu sangat identik dengan tradisi mudik,
halal bihalal, kesuka citaan, hidangan kue lebaran dan
lain sebagainya. Namun apakah makna sebenarnya dari
Hari Raya Idul Fitri?. Makna Idul Fitri itu sendiri memiliki
beberapa pengertian dan pemaknaan, diantaranya yaitu:
Idul Fitri juga bisa diartikan sebagai puncak atau
klimaks dari pelaksanaan ibadah puasa di bulan
Ramadhan. Idul Fitri sendiri memiliki keterkaitan
makna dengan tujuan akhir yang ingin diraih dari
pelaksanaan kewajiban berpuasa. Idul Fitri secara
bahasa atau etimologi bisa berarti Hari Raya
Kesucian atau bisa juga diartikan sebagai Hari
Kemenangan umat Islam. Kemenangan disini adalah
bentuk dari kemenangan dalam menggapai
kesucian atau perwujudan dari kembali kepada
keadaan fitrah (Fitri). (sumber: Quraish Shihab
untuk suarakarya-online.com)
Dari penjabaran tersebut berarti kata Idul Fitri atau
kembali kepada fitrah merupakan pengertian yang sangat
relevan atau berhubungan dengan makna sebenarnya
dari keberhasilan yang diperoleh setelah berakhirnya
pelaksanaan ibadah puasa. Beberapa sumber juga
menganalogikan Idul Fitri atau Lebaran sebagai jalan
menuju kepada keadaan fitrah manusia layaknya seperti
seorang bayi yang baru dilahirkan, bersih dan tanpa
dosa. Hal tersebut merujuk pada perjanjian awal atau
"Perjanjian Primordial" yang berisi pengakuan manusia
terhadap Ke-Esa-an Allah sebagai satu-satunya Tuhan
yang patut di sembah sebagaimana terangkum
dalam Surah al-A’raf (7) ayat 172 :
ﻭَﺇِﺫْ ﺃَﺧَﺬَ ﺭَﺑُّﻚَ ﻣِﻦْ ﺑَﻨِﻲ ﺀَﺍﺩَﻡَ ﻣِﻦْ ﻇُﻬُﻮﺭِﻫِﻢْ ﺫُﺭِّﻳَّﺘَﻬُﻢْ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪَﻫُﻢْ ﻋَﻠَﻰ
ﺃَﻧْﻔُﺴِﻬِﻢْ ﺃَﻟَﺴْﺖُ ﺑِﺮَﺑِّﻜُﻢْ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺑَﻠَﻰ ﺷَﻬِﺪْﻧَﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﻘُﻮﻟُﻮﺍ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺇِﻧَّﺎ ﻛُﻨَّﺎ
ﻋَﻦْ ﻫَﺬَﺍ ﻏَﺎﻓِﻠِﻴﻦَ
(Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan
anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil
kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman):
“Bukankah Aku ini Tuhan-mu?” Mereka menjawab: “Betul
(Engkau adalah Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami
lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak
mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah
orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”).
Pengertian atau makna dari Idul Fitri (Lebaran) yang
berikutnya adalah:
Idul Fitri merupakan penggabungan kata "Ied" yang
berarti Hari Raya dan "Fitri" yang artinya berbuka
puasa. Jadi Idul Fitri bisa juga diartikan sebagai
hari berbuka secara massal kaum muslimin setelah
sebulan lamanya menjalankan ibadah puasa di
bulan Ramadhan. Kebahagiaan yang dirasakan pada
saat menjelang waktu berbuka puasa di waktu
maghrib selama sebulan seakan dimanifestasikan
pada tanggal 1 Syawal di Hari Raya Idul Fitri. Idul
Fitri merupakan bentuk dari pengekspresian sebagai
”Iduna Ahlil Islam”, sabda Nabi, (Hari Raya kami
penganut Islam) sebab Hari Raya Idul Fitri adalah
hari makan-minum serta bersuka cita atau " yaumu
aklin wa syurbin wa bahjatin" sehingga diharamkan
bagi umat muslim untuk berpuasa. (sumber:
Surahman Hidayat untuk ramadhan.okezone.com)
Oleh karena Idul Fitri bermakna Hari bersuka cita, maka
pada hari besar itu semua harus terbebas dari kesedihan,
kesusahan dan jangan sampai ada orang yang meminta-
minta. Makna sebenarnya dari kalimat tersebut adalah
diwajibkan bagi umat muslim yang mampu untuk
membayar zakat yang berupa zakat fitrah kepada fakir
miskin sebagai bentuk dari berbagi kebahagiaan dari
mereka yang tidak berpunya agar bisa merasakan suka
cita pada hari tersebut.
Nah, demikianlah artikel bertema Pengertian Idul Fitri
dan makna Hari Lebaran yang sebenarnya bagi umat
Islam yang penulis rangkum dari beberapa sumber.
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan
mohon dikoreksi jika ada kekeliruan karena
sesungguhnya kesempurnaan hanyalah milik Allah
semata dan ke khilafan adalah milik manusia, khususnya
penulis sendiri. Terima kasih dan semoga artikel singkat
ini bisa memberikan manfaat bagi yang membacanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar