moch max: just me
April 7, 2010 Leave a reply
Kekuatan Sedekah
Dikisahkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan
oleh Turmudzi dan Ahmad, sbb :
Tatkala Allah Ta’ala menciptakan bumi, maka
bumipun bergetar. Lalu Allah menciptakan gunung
dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya,
ternyata bumipun terdiam.
Para malaikat terheran-heran akan penciptaan
gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya ”Ya
Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang
lebih kuat daripada gunung ?”
Allah menjawab, ”Ada, yaitu besi” (kita mafhum
bahwa gunung batupun bisa menjadi rata ketika
dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau
sejenisnya yang terbuat dari besi),
Para malaikat bertanya lagi ”Ya Rabbi, adakah
sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat
daripada besi ?”
Allah yang Maha Suci menjawab, ”Ada, yaitu
api” (besi, bahkan bajapun bisa menjadi cair dan
lumer setelah dibakar api),
Para malaikat kembali bertanya ”Ya Rabbi, adakah
sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat
daripada api ?”
Allah yang Maha Agung menjawab, ”Ada, yaitu
air” (api membara sedahsyat apapun niscaya akan
padam jika disiram air),
Para malaikatpun bertanya kembali ”Ya Rabbi,
adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih
kuat daripada air ?”
Allah yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna
menjawab, ”Ada, yaitu angin” (air disamudera luas
akan serta merta terangkat, bergulung-gulung dan
menjelma menjadi gelombang raksasa yang
dahsyat, tiada lain karena kekuatan angin. Angin
ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat),
Akhirnya para malaikatpun bertanya lagi ”Ya Allah,
adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih
dahsyat dari itu semua ?”
Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat
kehebatannya menjawab, ”Ada, yaitu amal anak
Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan
kanannya sementara tangan kirinya tidak
mengetahuinya”.
Artinya, yang paling hebat, paling kuat dan paling
dahsyat sebenarnya adalah orang yang bersedekah
tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga
sedekah yang dilakukannya bersih, tulus dan ikhlas
tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk
diketahui orang lain.
Berkaitan dengan ikhlas ini, RasulAllah SAW
mengingatkan dalam pidatonya ketika beliau
sampai di Madinah pada waktu hijrah dari Makkah :
”Wahai segenap manusia ! Sesungguhnya amal itu
tergantung kepada niat, dan seseorang akan
mendapatkan (pahala) sesuai dengan apa yang
diniatkannya”.
Oleh karena itu hendaknya kita selalu mengiringi
sedekah kita dengan niat yang ikhlas hanya karena
Allah semata, tanpa tendensi ingin dipuji, dianggap
dermawan, dihormati, dll yang dapat menjadikan
sedekah kita menjadi sia-sia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar